Tampilkan postingan dengan label About Space. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Space. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2012

10 Galaksi Terindah di Jagad Raya

Teleskop HubbleSpace adalah kolaborasi antara NASA dengan European Space Agency yang sudah beroperasi selama 20 tahun tidak henti-hentinya mengambil foto-foto luar angkasa. HubbleSpace merupakan salah satu teleskop terbagus NASA. Para astronom pun memilih 10 foto galaksi terindah dari sekian banyak foto galaksi yang pernah diambil oleh teleskopo HubbleSpace ini.


Berikut adalah 10 foto Galaksi terindah di Jagad raya yang fotonya pernah diambil oleh Teleskop HubbleSpace :


1. The Sombrero Galaxy
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_02.jpg


2. The Ant Nebula
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_03.jpg


3. Nebula NGC 2392http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_04.jpg


4. Cat's Eye Nebula
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_05.jpg


5. The Hourglass Nebula
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_06.jpg


6. Cone Nebula.
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_07.jpg


7. The Perfect Storm
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_08.jpg


8. Starry Night
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_09.jpg


9. The glowering eyes
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_10.jpg


10. The Trifid Nebula. A 'stellar nursery'
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_11.jpg


Sumber : Ceriwis.us 
Di kutip: http://serba-sepuluh.blogspot.com/2010/10/10-galaksi-terindah-di-jagad-raya.html

Sabtu, 10 Maret 2012

NASA Temukan Black Hole Terdekat dari Bumi


NASA menyatakan, penemuan ini memberi secercah harapan untuk mengetahui bintang meladak.

KAMIS, 18 NOVEMBER 2010, 00:02 WIB
Muhammad Firman
VIVAnews - Teleskop Chandra milik NASA menemukan bukti bahwa ada black hole di kawasan jagat raya kita. Dari bukti yang didapat, diperkirakan lubang hitam tersebut baru berusia 30 tahun.

NASA menyatakan, penemuan ini memberi secercah harapan untuk mengetahui bagaimana sebuah bintang raksasa meledak dan meninggalkan lubang hitam di sejumlah galaksi, termasuk di Bimasakti.

Lubang hitam berusia 30 tahun yang diberi nama SN 1979C itu berjarak sekitar 50 juta tahun cahaya dari Bumi. “Jika interpretasi kami tepat, ini merupakan contoh kelahiran lubang hitam paling dekat yang pernah diamati,” kata Daniel Patnaude, astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics yang mengetuai penelitian.

Seperti dikutip dari TG Daily, 17 November 2010, data dari berbagai sumber menyatakan bahwa ada sumber sinar X terang yang stabil sejak 1995 sampai 2007. Kesimpulan NASA, sumber itu merupakan lubang hitam yang sedang memakan material yang ia hisap ke dalamnya.

Tim peneliti yakin bahwa SN 1979C, yang pertamakali ditemukan oleh para astronom amatir pada tahun 1979 lalu, terbentuk saat sebuah bintang yang berukuran 20 kali lebih besar dari matahari hancur.

“Meski demikian, sangat sulit untuk mendeteksi kelahiran lubang hitam seperti ini karena membutuhkan pengamatan sinar X selama beberapa dekade,” ucap Abraham Loeb, peneliti lain dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Walaupun NASA mengenali objek ini sebagai lubang hitam, ada kemungkinan pula bahwa objek yang memancarkan sinar X tersebut merupakan bintang neutron muda yang berputar sangat cepat dengan  angin kencang yang terdiri dari partikel energi tinggi.

Jika benar demikian, maka ini akan menjadikan SN 1979C sebagai contoh ‘angin pulsar nebula’ yang paling muda dan paling terang serta bintang neutron termuda yang pernah diketahui. (umi)
• VIVAnews

Benda Terjauh di Alam Semesta


Ledakan bintang besar di dekat ujung alam semesta kemungkinan adalah obyek terjauh yang dapat dilihat teleskop sampai sejauh ini.


Para ilmuwan memperkirakan ledakan yang terlihat observatorium angkasa luar Swift NASA itu terjadi 520 juta tahun setelah Big Bang. 

Ini berarti cahayanya memerlukan waktu 13,14 miliar tahun untuk mencapai Bumi.

Rincian temuan ini akan diterbitkan pada Astrophysical Journal.
Kejadian yang dilihat Swift pada bulan April 2009 tersebut dinamakan para astronom sebagai GRB 090429B. 

GRB atau ledakan sinar gamma adalah ledakan tiba-tiba cahaya energi tinggi yang diawasi teleskop.

Ledakan ini biasanya berkaitan dengan proses sangat ekstrim seperti kematian bintang besar.

"Kemungkinan adalah bintang sangat besar, kemungkinan 30 kali massa matahari kita," kata pimpinan penelitian Dr Antonino Cucchiara dari Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat.

"Kami tidak memiliki cukup informasi untuk menyatakan ini sebagai salah satu bintangPopulation III yang merupakan generasi pertama bintang di alam semesta. Tetapi pastinya kita berada dalam tahap permulaan pembentukan bintang," katanya kepada BBC. 

Swift atau sangat cepat harus segera menangkap cahaya sinar gamma karena hanya akan terjadi beberapa menit saja.

Rekor

Teleskop Swift NASA menangkap ledakan bintang ini pada bulan April 2009

Tetapi cahaya lanjutan gelombang lebih panjang biasanya akan terjadi selama berhari-hari, sehingga memungkinkan pengamatan teleskop lain untuk menentukan jaraknya.

Analisis cahaya lanjutan inilah yang menentukan ledakan lain minggu ini sebelum GRB 090429B berjarak 13,04 miliar tahun cahaya dari Bumi, yang berarti untuk sementara ini adalah "obyek paling jauh di alam semesta".
Kejadian lain (GRB 090423) dilaporkan tidak lama setelahnya, tetapi astronom memerlukan waktu dua tahun untuk memastikan bahwa jaraknya lebih jauh dibandingkan jarak Bumi dengan GRB 090429B.

Ada hal-hal lain yang diperkirakan dapat dipandang sebagai "obyek terjauh". Hubblemisalnya dilengkapi alat yang lebih kuat pada misi astronot tahun 2009, dan tim yang terlibat dalam proyek gambar terbaru teleskop angkasa luar yang terkenal ini memang telah melihat galaksi yang terlihat tidak jauh, meskipun tidak sejauh GRB 090429B. 

Tetapi tentunya harus ditegaskan bahwa dalam pengamatan seperti ini selalu ada ketidakpastian.

Sasaran Hubble adalah galaksi - kumpulan bintang, sementara GRB 090429B adalah satu bintang.

Para ilmuwan sangat ingin mengkaji jarak ini untuk memahami evolusi alam semesta dan menjelaskan bentuk kosmos saat ini.

Mereka terutama ingin menelusuri kumpulan bintang pertama. Raksasa biru panas yang berasal dari gas netral dingin pada kosmos baru.


Sumber :